Sanggar Rojolele

Pada tahun 2016, beberapa pemuda Desa Delanggu mendirikan Sanggar Rojolele dengan harapan nama Rojolele mampu menggugah nostalgia para petani Delanggu akan kejayaan mereka di masa lalu, yaitu sebagai penghasil beras berkualitas premium, Rojolele.

Diawali dengan latihan tari untuk anak-anak, Sanggar Rojolele kini diharapkan dapat berkembang menjadi ruang belajar, diskusi, dan pergerakan masyarakat Desa Delanggu untuk membahas persoalan pertanian sebagai hajat utamanya.

Misi Sanggar Rojolele adalah menghidupkan kembali kelompok-kelompok tani dan mendorong mereka agar mampu berdaulat melalui pembentukan koperasi, mengusulkan dan mengawal regulasi pertanian yang dibuat oleh Pemerintah Desa, serta membuat inovasi-inovasi di bidang pertanian.

Sanggar Rojolele mempunyai dua program kerja. Pertama, Jagongan Tani yang diselenggarakan tiap bulan. Kedua, Festival Mbok Sri Mulih yang digelar setiap tahun sejak 2017. Festival Mbok Sri Mulih adalah perayaan budaya tani yang melibatkan warga setempat dalam penyelenggaraannya, khususnya masyarakat petani Desa Delanggu.

INFORMASI PRAKTIS

Terletak di pinggir Jalan Solo-Yogya, pergi ke Delanggu tidaklah sulit. Delanggu berjarak sekitar 1,5 jam dari Yogyakarta atau 1 jam dari Solo.


Cek Informasi

Didukung oleh

Kementerian 
Pendidikan dan Kebudayaan RI Pemkab Klaten

Bekerjasama dengan

Rumah Dokumenter Komunitas Sangkanparan Btari Gendhis GP Ansor Banser

KeKebun semoyo endo Wabah Amigo Group DIVA 88 Sanggar Sekar Langit

Sanggar Sayuk Rukun Sanggar Panji Udan
Paguyuban Lumpia Duleg Mugi Langgeng Karang Taruna Kebonsari
Ketoprak Sri Kuncoro Budoyo Kebonsari Mekar Sari Cawas
Sanggar Kebangsaan Trucuk Kelompok Tani Ngudi Makmur
Kelompok Tani Organik Wong Delanggu

Rekanan media

Klaten Event Kabar Klaten Komunikan Radar Jogja